Make your own free website on Tripod.com
BNI Syariah
 

 

Musyarahah

Pendanaan Syariah Bersama memajukan usaha Anda

Pembiayaan syariah ditujukan untuk memenuhi kebutuhan usaha Anda sesuai dengan prinsip syariah, yakni bagi hasil, jual beli dan sewa beli yang terbebas dari penetapan bunga.

Dengan prinsip syariah Anda akan mendapatkan pembiayaan yang adil. Prinsip kami, kemajuan usaha Anda adalah juga kemajuan BNI Syariah.

Manfaatkan fasilitas pembiayaan dari BNI Syariah, dengan persyaratan yang mudah dan fleksibel. Segera hubungi Cabang BNI Syariah terdekat.

Tujuan Pembiayaan:
l. Pembiayaan konsumtif, untuk memenuhi kebutuhan Anda akan barang-barang konsumtif: kendaraan, rumah tinggal, furniture, dll.
2. Pembiayaan produktif, untuk membantu perusahaan Anda dalam memperoleh modal kerja dan barang modal.

Manfaat :
1. Rasa tentram, karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi.
2. Rasa aman, karena prinsip syariah akan memberikan pembiayaan yang lebih adil.
3. Rasa tenang, karena tidak ada beban bunga yang ditetapkan di depan.

JENIS-JENIS MUSYARAKAH
A. Musyarakah kepemilikan
B. Musyarakah akad (kontrak).

Al-Inan
Adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Setiap fihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. Kedua fihak berbagi dalam keuntungan dan kerugian sebagaimana yang disepakati diantara mereka, tetapi tidak disaratkan sama, baik dalam dana maupun kerja atau bagi hasil (hal ini harus disepakati diantara mereka). Jenis ini dibolehkan oleh semua ulama.

Musyarakah Mufawadha
Adalah kontrak antara dua orang atau lebih. Setiap fihak memberikan suatu porsi dari keseluruhan dana dan berpartisipasi dalam kerja. Kedua fihak membagi keuntungan dan kerugian secara sama. Adalah syarat dari jenis musyarakah ini bahwa dana yang diberikan, kerja, tanggungjawab dan beban hutang dibagi secara sama oleh fihak-fihak itu. Mazhab Hanafi dan Maliki membolehkan musyarakah jenis ini tetapi memberikan banyak batasan terhadapnya.

Musyarakah A'maal
Adalah kontrak antara dua orang yang sepakat untuk menerima pekerjaan secara bersama dan berbagi keuntungan dari pekerjaan itu. Misalnya dua orang dari profesi atau keahlian yang sama sepakat untuk bekerja bersama dan membagi keuntungan yang timbul dari pekerjaan itu dengan dasar kesepakatan. Musyarakah ini kadang-kadang disebut Musyarakah Abdan atau Sanaa'i

Musyarakah A'maal dibolehkan oleh Mazhab Hanafi, Maliki dan Hanbali. Ia dianggap sah baik jika profesi itu sama atau sebaliknya. Kebolehannya didasarkan kepada bukti-bukti termasuk persetujuan terbuka dari Nabi SAW. Lagipula ia didasarkan kepada perwakilan (wakalah) yang juga dibolehkan. Musyarakah jenis ini telah lama digunakan tanpa ada yang menyangkal.

Musyarakah Wujuh
Adalah kontrak antara dua orang atau lebih yang memiliki reputasi dan prestise baik` serta ahli dalam bisnis. Fihak yang berkontrak membeli barang secara kredit dari perusahaan, tergantung kepada reputasi mereka dan menjual barang itu secara tunai. Mereka berbagi dalam keuntungan dan kerugian berdasarkan jaminan kepada penyuplai yang disediakan oleh tiap mitra. Karenanya musyarakah jenis ini tidak memerlukan modal, sebab ia didasarkan pada kredit yang didukung oleh jaminan. Karenanya ia kadang-kadang disebut "musyarakah piutang".

APLIKASI DALAM PERBANKAN
1. Pembiayaan Proyek.
Musyarakah biasanya diaplikasikan untuk pembiayaan proyek dimana nasabah dan bank sama-sama menyediakan dana untuk membiayai proyek tersebut. Seteleh proyek itu selesai nasabah mengembalikan dana tersebut bersama bagi hasil yang telah disepakati untuk bank.

2. Modal Ventura
Pada bank-bank yang dibolehkan investasi dalam kepemilikan perusahaan, musyarakah diterapkan dalam skema modal ventura . Penanaman modal dilakukan untuk jangka waktu tertentu, dan setelah itu bank melakukan divestasi baik secara singkat maupun bertahap.


SKEMA PEMBIAYAAN MUSYARAKAH